Malas Ereksi Pagi Hari, Apakah Impotensi?

Ereksi pagi hari atau morning erection adalah hal yang lazim atau wajar dialami dialami oleh pria. Lalu, apakah benar jika pria tidak mengalami ereksi di pagi hari maka ia lantas bisa disebut impotensi?

malas-ereksiHampir semua laki-laki akan mengalami ereksi saat terbangun di pagi hari. Sebenarnya ereksi ini tidak hanya terjadi di pagi hari, melainkan juga terjadi beberapa kali tanpa disadari selama tertidur malam harinya. Mengapa demikian?

Penis dapat mengalami ereksi sebagai respon terhadap rangsangan seksual, akan tetapi dapat pula terjadi sebagai respon terhadap kondisi relaksasi yang dalam, seperti saat periode tidur dalam yang disebut REM (Rapid Eye Movement) di mana seseorang akan mengalami mimpi. Karena alasan tersebut ereksi juga dapat terjadi berkaitan dengan mimpi yang sifatnya merangsang.

Adapun mekanisme terjadinya masih belum diketahui dengan pasti, akan tetapi umumnya laki-laki akan mengalami empat interval tidur REM setiap malamnya, disertai ereksi yang dapat bertahan selama 20-30 menit. Inilah sebabnya apabila kemudian terbangun setelah tidur REM, laki-laki umumnya akan mendapatkan penisnya sedang mengalami ereksi.

Ereksi pagi atau yang dalam dunia medis disebut sebagai nocturnal penile tumescence (NPT) benar adanya sebagai hal yang wajar, itu lah statement Androlog Cory Silverberg. Secara kesehatan pun, kondisi ini dikatakan sebagai respons fisiologis alami pria.

“Ereksi pagi merupakan fase akhir dari serangkaian ereksi spontan yang dialami pria sepanjang tidur malam,” tutur Silverberg.

Ia menambahkan bahwa rata-rata pria mengalami tiga sampai lima kali ereksi sepanjang tidur malam, dengan durasi masing-masing sekitar 25-35 menit.

Menjawab pertanyaan bahwa tidak ereksi di pagi hari merupakan impotensi? inilah penjelasan ilmiahnya:
Seksolog Dr Andri Wanananda, MS, dari Universitas Tarumanegara mengatakan tidak adanya ereksi spontan di pagi hari belum tentu impotensi. Menurut Dr Andri, Impotensi adalah istilah umum yang mencakup pengertian ejakulasi dini atau disfungsi ereksi. Apabila seorang laki-laki tidak mengalami NPT, maka terdapat kemungkinan pria tersebut mengalami disfungsi ereksi. Bagaimana bisa demikian?.

malas-ereksiApabila seorang laki-laki tidak mengalami NPT, maka terdapat kemungkinan pria tersebut mengalami disfungsi ereksi.Untuk menentukan apakah masalah tersebut terjadi karena kelainan psikologis atau fisiologis (gangguan fisik), akan dilihat frekuensi ereksinya. Apabila pria tersebut tidak pernah ereksi sama sekali dalam hidupnya, kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh faktor fisiologis. Namun apabila hanya kadang-kadang saja tidak ereksi, maka hal tersebut dapat disebabkan oleh keduanya, baik fisiologis maupun psikologis.

Mimpi basah merupakan orgasme dan/atau ejakulasi sperma di waktu tidur dan hanya dialami oleh laki-laki dan tidak memiliki waktu yang tentu. Pada usia 17-18 tahun, 2/3 laki-laki akan mengalami mimpi basah. Kemudian secara bertahap akan berkurang frekuensinya pada saat seorang laki-laki berusia dua puluh tahunan dan hanya kadang-kadang saja terjadi pada usia tiga puluhan dan hampir tidak terjadi lagi pada usia empat puluhan. Untuk itu jika Anda sudah semakin jarang mimpi basah maka hal tersebut adalah hal yang wajar.

Mimpi basah berfungsi sebagai katup pengaman fisiologis ketegangan seksual. Hal tersebut dicetuskan karena mimpi basah terjadi pada sebagian besar laki-laki lajang; setelah seorang laki-laki menikah (dan mungkin menemukan saluran yang tetap dan memuaskan bagi hasrat badaninya) mimpi basah tersebut biasanya berhenti.

556 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Incoming search terms: